Rabu, 25 Juni 2014

ANALISIS SISTEM KOMPUTER




       Analisis Sistem Komputer adalah elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktifitas dengan menggunakan komputerElemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware). Contoh sederhananya, siapa yang akan menghidupkan komputer jika tidak ada manusia. Atau akan menjalankan perintah apa komputer tersebut jika tidak ada softwarenya.Adanya perkembangan teknologi elektronika dan informatika telah memberikan perangkat tambahan pada sebuah komputer personal seperti:
Mouse, suatu perangkat mekanik untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh manusia. Misalnya melakukan pengecatan mobil. Robot ini dilengkapi oleh perangkat mesin atau komputer baik sederhana maupun komplek yang mampu mengontrol gerakannya.
Modem, alat bantu untuk mengubah data digital ke bentuk data voice atau sebaliknya sehingga data dari sebuah komputer dapat dikomunikasikan ke komputer lain melalui saluran telepon biasa, radio komunikasi ataupun stasiun bumi
Sound card, bagian dari komponen komputer berupa kartu yang berfungsi untuk membangkitkan suara.
-
video card, alat untuk menampilkan informasi ke layar monitor.
- kartu penerima televisi, alat untuk penangkap sinyal acara televisi.
- kartu penerima radio, alat untuk menerima gelombang radio.
-
ethernet card, alat untuk penghubung dengan komputer jaringan.
-
Printer, alat pencetak (desk jetbuble jetlaser jetplotter)
- alat penterjemah gambar cetakan (
digitizer dan scanner).
Langkah-langkah Analisis Sistem
Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus
dilakukan oleh analis sistem :
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
3. Analyze, yaitu menganalisis sistem
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai
suatu dokumentasi sistem lama. Dokumentasi dari hasil penelitian ini diperlukan
untuk beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini :
a. Membantu kelengkapan (aid to completeness)
Dengan digunakannya formulir-formulir standar untuk mencatat fakta, maka data
yang belum terkumpul akan terlihat.
b. Membantu analisis (aid to analysis)
Data yang dicatat dalam bentuk tabel atau bagan memungkinkan sistem akan
lebih mudah dipahami dan dianalisis
c. Membantu komunikasi (aid to communication)
Formulir-formulir standar akan membantu anggota-anggota tim analis untuk
berkomunikasai dengan efektif satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat
membantu komunikasi antara analis, pemrogram komputer, operator dan pemakai
sistem
d. Membantu pelatihan (aid to training)
Pelatihan akan lebih efektif bila dilampiri dengan bahan-bahan yang diperlukan
secara tertulis.
e. Membantu keamanan (aid to security)
Dokumentasi yang berisi dengan fakta terkumpul dapat diibaratkan sebagai bestek
rancangan gedung yang telah digambar oleh arsitek dan telah dihitung oleh
insinyur teknik sipil. Bila gedung yang akan dibangun tidak sesuai dengan
keinginan pemakai, atau ada perubahan-perubahan yang perlu dilakukan
MENGANALISIS KELEMAHAN SISTEM
Analis sistem perlu menganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan
jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. Penelitian
dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam :Apa yang dikerjakan ?
Bagaimana mengerjakannya ?
Siapa yang mengerjakannya ?
Dimana dikerjakannya ?
Menganalisis kelemahan sistem sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
Mengapa dikerjakan ?
Perlukah dikerjakan ?
Apakah telah dikerjakan dengan baik ?
Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam langkah menganalisis
hasil penelitian ini lebih terinci lagi dibandingkan dengan yang didaftar di atas.
Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, suatu kriteria yang tepat
masih diperlukan untuk menilai sistem yang lama. Kriteria yang tepat ini dapat
diperoleh dari sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru supaya efisien dan
efektif. Wilkinson memberikan sasaran yang harus dicapai untuk menentukan kriteria
penilaian sebagai berikut :
Relevance (sesuai kebutuhan)
Capacity 
(kapasitas dari sistem)
Efficiency 
(efisiensi dari sistem)
Timeliness 
(ketepatan waktu menghasilkan informasi)
Accessibility 
(kemudahan akses)
Flexibility 
(keluwesan sistem)
Accuracy 
(ketepatan nilai dari informasi)
Reliability
 (keandalan sistem)
Security 
(keamanan dari sistem)
Economy 
(nilai ekonomis dari sistem)
Simplicity 
(kemudahan sistem digunakan)

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dan kriteria-kriteria ini, selanjutnya analis sistem
akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan
kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan dari sistem yang ada.



Jumat, 31 Januari 2014

BAHAYA NARKOBA










Disusun Oleh
Asep Sutarmidi C.N
19111411
3KA28

UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
2013
KATA PENGANTAR
Assalam’mualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismilahirraahmanirrohiim
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berisi tentang bahaya narkoba terhadap generasi muda dan dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia II di Universitas Gunadarma tahun 2013.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi..
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materi. Kritik konstruktif dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga artikel yang dibahas pada makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembacanya. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Depok, 30  November 2013
    
                                      
                                                                                                                      
                                                                                                                      Asep Sutarmidi CN











DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….1
·         LATAR BELAKANG……………………………………………………….1
·         RUMUSAN MASALAH……………………………………………………1
·         TUJUAN PENULISAN…………………………………………………….2
BAB II PEMBAHASAN ANALISIS……………………………………………2
BAB III PENUTUP……………………………………………………………..3
3.1 KESIMPULAN……………………………………………………………..4
3.2 SARAN…………………………………………………………………….4
DAFTAR PUSTAKA














BAB I
PENDAHULUAN
·         LATAR BELAKANG
Banyaknya permasalahan yang timbul pada generasi muda akibat dari penyalahgunaan Narkoba dalam beberapa tahun ini semakin merajalela, sehingga akibat yang ditimbulkan sangat memprihatinkan bagi siapapun yang telah membaca, menonton televisi ataupun informasi lainnya mengenai bahaya narkoba terhadap generasi muda. Pergaulan maupun pola gaya hidup yang didapat merupakan salah satu faktor penentu dalam peredaran narkoba dikalangan remaja.
Dan seharusnya ini merupakan suatu tugas besar bagi siapapun, baik itu pemerintah yang diwakili oleh sekolah-sekolah sebagai tempat untuk mendidik dan memberikan penyuluhan ataupun kepolisian yang dalam hal ini bertugas dalam penekanan peredaran narkoba itu sendiri dengan cara menangkapi para pengedar barang haram tersebut dan menjebloskannya kepenjara. Namun peran yang tak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam melihat secara visual perkembangan para anak-anaknya dalam hal pegaulan dilingkungan sekitarnya ataupun diluar tempat tinggalnya.
Lebih dari itu pula peran dari seluruh lapisan masyarakat yang sangat-sangat diharapakan, dikarenakan jika mayarakat itu sendiri sudah sangat mengerti akan bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba terhadap seluruh lapisan masyarakat, terutama terhadap generasi penerus bangsa ini yaitu para remaja maka seharusnya narkoba itu dapat ditekan pada lingkungan tempat tinggal masing-masing.



·         RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dianalisa yakni :
·         Bagaimana dalam hal ini peran serta seluruh lapisan masyarakat, baik itu pemerintah, kepolisian, guru, orang tua maupun organisasi-organisasi yang bergerak dalam visi dan misinya untuk memberantas peredaran narkoba menjadi langkah yang nyata?
·         Bagaimana penanganan pemerintah dalam hal ini para remaja yang sudah kecanduan penggunaan narkoba tersebut?
·         Apakah pemerintah dalam hal ini presiden berani membuat keputusan hukuman yang lebih maksimal yaitu hukuman mati bagi para pengedar ataupun para Bandar Narkoba atau siapun yang terlibat dalam peredaran barang tersebut?
·         TUJUAN PENULISAN
Dengan adanya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat akan bahayanya penggunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda bangsa, maka dari itu kita sebagai orang yang peduli akan hal tersebut sebaiknya harus mendukung gerakan anti narkoba dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan ataupun kiat-kiat tentang bahaya yang ditimbulkannya. Baik penyuluhan ditingkat lingkungan tempat tinggal, di lingkungan belajar mengajar maupun ditempat pergaulan remaja dimana saja berada.

BAB II
PEMBAHASAN ANALISIS
Sepert yang sudah diungkapkan diatas akan banyaknya permasalahan yang timbul pada generasi muda akibat dari penyalahgunaan Narkoba dalam beberapa tahun ini semakin merajalela, sehingga akibat yang ditimbulkan sangat memprihatinkan bagi siapapun yang telah membaca, menonton televisi ataupun informasi lainnya mengenai bahaya narkoba terhadap generasi muda. Pergaulan maupun pola gaya hidup yang didapat merupakan salah satu faktor penentu dalam peredaran narkoba dikalangan remaja.
Dan seharusnya ini merupakan suatu tugas besar bagi siapapun, baik itu pemerintah yang diwakili oleh sekolah-sekolah sebagai tempat untuk mendidik dan memberikan penyuluhan ataupun kepolisian yang dalam hal ini bertugas dalam penekanan peredaran narkoba itu sendiri dengan cara menangkapi para pengedar barang haram tersebut dan menjebloskannya kepenjara. Namun peran yang tak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam melihat secara visual perkembangan para anak-anaknya dalam hal pegaulan dilingkungan sekitarnya ataupun diluar tempat tinggalnya.
Lebih dari itu pula peran dari seluruh lapisan masyarakat yang sangat-sangat diharapakan, dikarenakan jika mayarakat itu sendiri sudah sangat mengerti akan bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba terhadap seluruh lapisan masyarakat, terutama terhadap generasi penerus bangsa ini yaitu para remaja maka seharusnya narkoba itu dapat ditekan pada lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Karena jika bukan dari kesadaran kita sendiri yang tergerak untuk kelangsungan generasi muda bangsa,  maka semua itu akan sia-sia karena kita sendiri tidak dapat memproteknya .


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan adanya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat akan bahayanya penggunaan narkoba yaitu:
·         Kita selalu waspada akan dampak yang akan ditimbulkannya
·         Orang tua harus terus memperhatikan perilaku anak-anaknya
·         Terus bergotong royong dalam menciptakan lingkungan-lingkungan tempat tinggal, dunia pendidikan maupun tempat berkumpulnya anak muda dari peredaran narkoba.
3.2 Saran
Baik itu dari aparatur pemerintahan ataupun dari pihak sekolah dan  juga organisasi-organisasi maupun oarang tua harus selalu memberikan bimbingan ataupun penyuluhan-penyuluhan akan bahaya yang ditimbulkan oleh Narkoba.

Daftar pustaka

“Kesalahan dalam penulisan artikel”


Bahaya narkoba
Seperti yang sudah diungkapkan diatas akan banyaknya permasalahan yang timbul pada generasi muda akibat dari penyalahgunaan Narkoba dalam beberapa tahun ini semakin merajalela, sehingga akibat yang ditimbulkan sangat memprihatinkan bagi siapapun yang telah membaca, menonton televisi ataupun informasi lainnya mengenai bahaya narkoba terhadap generasi muda. Pergaulan maupun pola gaya hidup yang didapat merupakan salah satu faktor penentu dalam peredaran narkoba dikalangan remaja.
Dan seharusnya ini merupakan suatu tugas besar bagi siapapun, baik itu pemerintah yang diwakili oleh sekolah-sekolah sebagai tempat untuk mendidik dan memberikan penyuluhan ataupun kepolisian yang dalam hal ini bertugas dalam penekanan peredaran narkoba itu sendiri dengan cara menangkapi para pengedar barang haram tersebut dan menjebloskannya kepenjara. Namun peran yang tak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam melihat secara visual perkembangan para anak-anaknya dalam hal pegaulan dilingkungan sekitarnya ataupun diluar tempat tinggalnya.
Lebih dari itu pula peran dari seluruh lapisan masyarakat yang sangat-sangat diharapakan, dikarenakan jika mayarakat itu sendiri sudah sangat mengerti akan bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba terhadap seluruh lapisan masyarakat, terutama terhadap generasi penerus bangsa ini yaitu para remaja maka seharusnya narkoba itu dapat ditekan pada lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Karena jika bukan dari kesadaran kita sendiri yang tergerak untuk kelangsungan generasi muda bangsa,  maka semua itu akan sia-sia karena kita sendiri tidak dapat memproteknya .

Kamis, 10 Oktober 2013

BAD DESIGN

DESIGN MOBIL BUS
SKYLINER
PT.RAHAYU SANTOSA

PT. Rahayu Santosa adalah salah satu pabrik / karoseri yang ada di indonesia, dan memiliki macam-macam model dari mulai mini bus, small bus,medium bus, bigbus,dan special design.

Dan model bigbus terbaru yang di keluarkan dari PT. Rahayu Santosa adalah model skyliner yang seperti gambar di bawah ini :



Mungkin setiap design atau model ada kekurangan dan kelebiahanya masing-masing, termasuk dengan model terbaru skylinner ini.
Disini lampu poklemnya dan spionya kurang elegan,seharusnya kalau menurut saya lebih elegan kalau pake lampu dan spionya seperti design eropa.
  


Rabu, 09 Oktober 2013

PORTOFOLIO

CURRICULUM VITAE

Personality
Nama :
Asep Sutarmidi C.N
Tempat tanggal lahir:
Majalengka,24 januari 1990
Kebangsaan:
Indonesia
Alamat Sekarang :
Kp. Sidamukti RT/RW . 002/017 Kel. Sukamaju Kec. Cilodong Depok – Jawa Barat. 16415
Jenis Kelamin :
Laki - laki
Status :
Belum menikah
Tinggi, berat badan:
165 cm, 45 kg
Agama:
Islam
Telepon HP:
 087788119411
E-Mail:
Kualifikasi:
ΓΌ  SI – Sistem Informasi

Pendidikan
Formal
SMK KORPRI MAJALENGKA
2005-2008
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011 - Sekarang
Non Formal
Bahasa Korea, Mugunghwa Majalengka
2008
Kerja praktek
Merchedez Benz, Bandung
2007

Pengalaman Kerja

Staff Admin MFG di PT. Rahayu Santosa
2010-2011
2011-Sekarang
Kemampuan


Ms Office
Teknik Mekanik Otomotif
Bahasa Korea